Home / Uncategorized

Kamis, 16 Maret 2023 - 21:29 WIB

Waspada, Penipuan Surat Tilang Elektronik di WA, Bisa Kuras Isi Rekening

Aksi penipuan kembali beredar di media sosial WhatsApp mengenai tilang elektronik. Pesan tersebut mengatasnamakan kepolisian dengan melampirkan sebuah dokumen dengan format APK.

Faktanya, surat tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dikirimkan langsung ke alamat pemilik kendaraan beserta bukti seperti yang tertulis di etle-pmj.inf. Pembayaran tilang pun bisa dibayar menggunakan BRIVA atau transfer bank lain setelah konfirmasi di situs resmi ETLE atau datang langsung ke Sub Direktorat Penegakan Hukum.

Ilustrasi Pesan WA berisi APK Phising

Dilansir dari kominfo.go.id, kode pembayaran untuk ETLE pun hanya dikirimkan melalui SMS dan dikirim dari sistem Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Jadi, perlu diingat oleh masyarakat bahwa ETLE dan kode pembayarannya tidak pernah dikirimkan melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga  Polres Luwu Timur Perkuat Pencegahan Karhutla, Polsek Wotu Pasang Baliho Imbauan di Sejumlah Desa

Oleh karena itu, pesan WhatsApp yang melampirkan APK sebagai surat tilang jelas penipuan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui akun Twitter resminya @kontakBRI pun mengimbau masyarakat untuk tidak menginstal dokumen APK agar terhindar dari kebocoran atau pencurian data.

Sebelumnya juga pernah marak penipuan yang melampirkan dokumen APK dengan kedok surat undangan pernikahan dan kurir paket. Di media sosial banyak yang membagikan pesan-pesan yang datang mengenai dokumen APK tersebut bahkan ada yang sudah terlanjur memencet dokumen APK yang dikirimkan.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polsek Wasuponda Berhasil Mediasi Perselisihan Warga Melalui Problem Solving di Desa Parumpanai

Penipuan ini bisa termasuk phising dan sniffing. Melansir kominfo.go.id, menurut Dirjen Semuel modus penipuan berupa phising dilakukan oleh oknum yang mengaku dari suatu lembaga resmi dengan menggunakan telepon, email, atau pesan teks untuk mendapatkan data pribadi.

Sementara itu, sniffing merupakan tindakan peretasan untuk mengumpulkan informasi, seperti data penting korban, password m-banking, dan lainnya, secara ilegal melalui jaringan yang ada pada perangkat korbannya.

Kementerian Kominfo mendorong untuk meningkatkan budaya data privacy dan pembudayaan tersebut bisa berlangsung dalam level organisasi atau individu. Masyarakat juga harus lebih waspada jika mendapatkan informasi. Pastikan lagi dengan menghubungi media sosial atau hotline resmi lembaga atau organisasi tersebut.

Sumber: bisnis.com

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Polres Luwu Timur Melalui Polsek Wasuponda Kedepankan Problem Solving, Wujudkan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat

Uncategorized

POLRES LUWU TIMUR AKTIF IKUTI DIALOG NASIONAL POLRI, PERKUAT KESIAPAN HADAPI TANTANGAN HUKUM DI ERA AI

Uncategorized

Karo SDM Polda Sulsel Kunjungi Personelnya Yang Menderita Sakit

Uncategorized

JUMAT CURHAT, POLSEK NUHA DENGARKAN LANGSUNG KELUHAN WARGA

Uncategorized

Polres Luwu Timur Tindak Tegas Aksi Balap Liar, Situasi Tetap Aman dan Kondusif

Uncategorized

Sat Polairud Polres Lutim Bongkar Kasus Ilegal Fishing, Pelaku Bom Ikan Tertangkap di Perairan Teluk Bone

Uncategorized

POLSEK TOWUTI GENCAR DUKUNG KETAHANAN PANGAN, SAMBANGI DAN TANAM JAGUNG BERSAMA MASYARAKAT DESA LIBUKAN MANDIRI

Uncategorized

POLRES LUWU TIMUR INTENSIFKAN MONITORING KETERSEDIAAN BBM DI WILAYAH WASUPONDA