Luwu Timur, 20 Mei 2025 – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (20/5/2025) di Gedung Oenta Luwu Pontada, Kelurahan Magani, Kecamatan Nuha. Acara dimulai pukul 10.20 WITA dan berlangsung aman hingga pukul 11.55 WITA.
Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Luwu Timur, Masdin, AP, M.Si.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi, di antaranya:
Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan, AP, M.Si
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, Ismail
Kepala Bapelitbangda Lutim, Drs. Dobri Ashari
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Adnan D. Kasim
Kepala Dinas Pendidikan, Muh. Sukri
Pabung Dandim Palopo, Mayor Arm. Saparuddin
Kabag SDM Polres Lutim, AKP M. Wemben, S.Sos
Danramil Nuha, Lettu Baharuddin
Para camat dan kepala desa se-Kabupaten Luwu Timur
Dalam arahannya, Dr. Gunalan menyampaikan bahwa Program MBG merupakan prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Tantangan gizi di Indonesia, seperti stunting, gizi ganda, dan ketimpangan akses pangan, harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.
“Program MBG bukan hanya dilaksanakan di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain. Ini adalah tantangan kebijakan dan implementasi, dengan dampak besar terhadap kualitas SDM dan pendidikan kita,” ujar Dr. Gunalan.
Ia menambahkan, MBG ditujukan tidak hanya kepada peserta didik, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Setiap dapur MBG ditargetkan melayani hingga 3.500 penerima manfaat. Di Kabupaten Luwu Timur, akan dibangun sekitar 18 hingga 22 unit dapur MBG.Dr. Gunalan juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Luwu Timur akan menerima alokasi anggaran sebesar Rp318 miliar untuk mendukung pelaksanaan program ini, dengan dana yang dikelola oleh yayasan yang ditunjuk pemerintah.
Besaran anggaran ditetapkan Rp15.000 per anak per hari, mencakup bahan baku, operasional, dan insentif. Mitra pelaksana diharuskan mengajukan proposal untuk pencairan dana setiap 10 hari operasional.
Dukungan terhadap MBG juga melibatkan berbagai pihak, termasuk koperasi, UMKM, BUMDes, serta kerja sama dengan organisasi seperti Bhayangkari dan Persit.
Penguatan ekonomi desa menjadi salah satu dampak positif dari program ini, seiring dengan pemanfaatan produk lokal sebagai bahan baku MBG.Sebagai bentuk sinergi nasional, Badan Gizi Nasional telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan TNI, POLRI, dan Kejaksaan dalam mendukung pelaksanaan program MBG secara optimal di seluruh Indonesia.
Dengan target nasional sebanyak 82,9 juta penerima manfaat dan 30.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) pada tahun 2025, program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat serta pencapaian visi Indonesia Emas 2045.









