Luwu Timur – Polres Luwu Timur menunjukkan kesigapan dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat di tengah terhambatnya distribusi bahan bakar minyak (BBM) akibat aksi unjuk rasa terkait tuntutan pemekaran Luwu Raya yang disertai blokade jalan poros.
Kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada aktivitas masyarakat Kabupaten Luwu Timur, termasuk lonjakan harga BBM eceran dan bahan pokok. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Luwu Timur mengambil peran aktif dengan menyiapkan pengamanan ketat dalam proses pendistribusian BBM yang dialihkan dari Terminal Pertamina Poso.
Kapolres Luwu Timur melalui Kasubsi Penmas Ipda Mustajuddin menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mengawal secara langsung distribusi BBM ke sejumlah SPBU agar penyalurannya berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
“Polres Luwu Timur menyiapkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan ketat dalam pendistribusian BBM ini. Kami ingin memastikan BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan,” ujar Ipda Mustajuddin kepada wartawan.
Pengamanan difokuskan pada tiga SPBU yang akan menerima pasokan BBM, yakni SPBU Mangkutana, SPBU Wotu, dan SPBU Malili. Selain pengawalan distribusi, personel Polres Luwu Timur juga disiagakan untuk mengantisipasi antrean panjang dan potensi gangguan kamtibmas di lokasi SPBU.
Ipda Mustajuddin juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersabar dalam menyikapi kondisi keterbatasan BBM saat ini. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Situasi ini bersifat sementara dan sedang diupayakan agar segera normal kembali,” tambahnya.
Polres Luwu Timur berharap, dengan pengawalan dan pengamanan yang maksimal, distribusi BBM yang dijadwalkan mulai Rabu, 28 Januari 2026, dapat berjalan lancar sehingga aktivitas masyarakat Luwu Timur dapat kembali normal.









