Malili, Luwu Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Yayasan Bowo Garuda Indonesia melalui Posko Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Umum Pondok Pesantren Ittihad Al-Ummah terus menunjukkan progres signifikan. Pada Senin, 2 Juni 2025, sebanyak 2.998 porsi makanan bergizi didistribusikan ke 14 unit sekolah di wilayah Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan pengolahan, packing, dan pendistribusian makanan bergizi gratis ini dimulai sejak pukul 06.30 WITA di Posko SPPG Dapur Umum Bowo Garuda Indonesia. Target awal program ini adalah 2.615 siswa, namun realisasi terbaru menunjukkan peningkatan jumlah penerima manfaat menjadi 2.998 orang. Penyesuaian jumlah penerima ini terjadi karena adanya dinamika kehadiran siswa pasca-libur sekolah dan ujian nasional.
Distribusi Menjangkau Berbagai Tingkat PendidikanDistribusi Program MBG mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Berikut rincian sekolah dan jumlah penerima manfaat:
UPT SDN 233 Ussu: 108 orang
UPT SDN 238 Mallaulu: 632 orang
SDN 229 Waru: 102 orang
MIS Al-Muhajirin: 95 orang (termasuk penambahan TK)
PPS Al-Hidayah: 73 orang (terdiri dari MIS dan MTS)
PPS Ittihad Al-Ummah: 155 orang (terdiri dari MIS, MTS, dan MA)SD IT Al-Fatih Malili: 110 orang
UPT SMPN 2 Malili: 303 orang
UPT SMPN 1 Malili: 382 orang
MAN Luwu Timur: 84 orang
SMKN 1 Malili: 594 orang
SMAN 12 Malili: 163 orang
TK Ussu: 38 orang
TK Puncak Indah: 91 orang
Standar Gizi dan Logistik yang DiperhatikanSetiap porsi makanan disiapkan dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Untuk tingkat TK, SDN/sederajat kelas 1-3, indeks harga per porsi adalah Rp 8.000,-.
Sementara itu, untuk SDN kelas 4 hingga SMA/sederajat, indeks harga per porsi adalah Rp 10.000,-.
Menu yang disajikan pada hari tersebut meliputi nasi, telur ceplok bumbu, tahu, sayur tumis kacang panjang campur jagung, serta buah semangka sebagai pelengkap gizi.
Dalam pelaksanaannya, sebagian besar distribusi MBG sudah menggunakan wadah makan berulang, yaitu ompreng atau piring “Tamvan”, yang saat ini berjumlah sekitar 1.500 buah. Untuk memenuhi kekurangan, piring plastik masih digunakan. Upaya ini menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan pengurangan sampah plastik di masa mendatang.
Tujuan dan Hasil yang DicapaiProgram MBG ini bertujuan untuk memastikan terlaksananya kegiatan sesuai jadwal, serta memiliki asas manfaat yang tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran. Seluruh rangkaian kegiatan distribusi pada hari tersebut berjalan kondusif dan terkendali, berakhir pada pukul 11.30 WITA.
Keberhasilan program ini tak lepas dari koordinasi yang baik antara Yayasan Bowo Garuda Indonesia, Pondok Pesantren Ittihad Al-Ummah, dan pihak sekolah penerima manfaat. Diharapkan program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pemenuhan gizi anak-anak di Kecamatan Malili.









