Malili, Luwu Timur — Sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Dapur Bowo Garuda Indonesia di bawah Yayasan Bowo Garuda Indonesia, kembali berlangsung pada Senin (5/5/2025), di Posko Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Dapur Bowo Garuda, Pondok Pesantren Ittihad Al-Ummah Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan ini disalurkan ke 9 unit sekolah di Kecamatan Malili dengan total sasaran penerima manfaat sebanyak 2.615 siswa. Sebanyak 2.349 porsi telah terealisasi sebelumnya, sementara update terbaru menunjukkan 1.251 siswa yang telah menerima manfaat dari program tersebut, dengan rincian sebagai berikut:
UPT SDN 233 UssuJumlah penerima: 22 orang
UPT SDN 238 MallauluJumlah penerima: 92 orangMIS Al-MujahirinJumlah penerima: 13 orang
PPS Al-HidayahJumlah penerima: 89 orang (Keterangan: Kelas 1-3 = 15 orang, Kelas 4-6 = 17 orang, MTS Al-Hidayah = 57 orang)
PPS Ittihad Al-UmmahJumlah penerima: 171 orang (Keterangan: Kelas 1-3 = 41 orang, Kelas 4-6 = 34 orang, MTS = 73 orang, MA = 23 orang)
SD IT Al-Fatih MaliliJumlah penerima: 13 orang
UPT SMPN 2 MaliliJumlah penerima: 142 orang
MAN Luwu TimurJumlah penerima: 84 orang
SMKN 1 Malili Jumlah penerima: 625 orang
Keterangan: Pengurangan jumlah penerima manfaat disebabkan oleh sebagian besar siswa yang sedang mengikuti Ujian Nasional (UN) dan beberapa yang telah menyelesaikan ujian.
Menu MBG untuk program ini mencakup nasi, tahu saus, ayam kukus bawang putih saus tiram, tumis kangkung, dan buah semangka, disajikan dengan porsi harga yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan (Rp. 8.000,- per porsi untuk siswa SD kelas 1-3, dan Rp. 10.000,- per porsi untuk siswa kelas 4 hingga SMA/sederajat).
Pelaksanaan program ini sudah dilaksanakan dengan menggunakan ompreng (piring tamvan) sebanyak sekitar 1.500 unit, meskipun untuk kekurangannya, piring plastik masih digunakan sebagai pengganti.
Kegiatan MBG berakhir sekitar pukul 11.30 WITA, dan seluruh rangkaian acara berlangsung dalam keadaan kondusif dan terkendali, dengan tujuan utama untuk memastikan bantuan ini sampai kepada siswa-siswi yang membutuhkan selama masa ujian, sekaligus memberikan dukungan untuk pemenuhan gizi mereka.









