Makassar – Sulsel, Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional serta menjaga stabilitas produksi dan distribusi jagung, Polda Sulawesi Selatan bersinergi dengan Perum Bulog Sulselbar melakukan penyerapan jagung petani ke gudang Bulog. Hingga tanggal 3 Februari 2026, total jagung yang telah diserap mencapai 306,85 ton.
Pimpinan Perum Bulog Sulselbar, Fahrozi, menyampaikan bahwa pihaknya menggandeng Polda Sulsel untuk mengejar target penyerapan jagung tahun 2026. Sinergi ini dinilai sangat krusial karena kehadiran aparat kepolisian di lapangan membantu pengawasan, pendampingan petani, serta memastikan kelancaran distribusi hasil panen.
“Kolaborasi dengan Polda Sulsel sangat membantu Bulog dalam memastikan penyerapan jagung berjalan efektif dan tepat sasaran, sehingga benar-benar mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang ada, dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan surplus produksi dan konsumsi jagung sebesar 23,2 persen, dari 307,4 ribu ton menjadi 463,9 ribu ton. Selain itu, kontribusi Polri terhadap produksi jagung nasional pada tahun 2025 tercatat mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 20 persen dari total produksi nasional.
Diketahui, Polda Sulsel melalui gugus tugas ketahanan pangan mendapatkan arahan dari Kapolri melalui As SDM untuk melaksanakan penanaman jagung pada Kuartal I Tahun 2026, sebagai upaya membangun sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berpihak kepada petani.
Arahan tersebut telah ditindaklanjuti dengan penanaman jagung seluas 812 hektar hingga tanggal 5 Februari 2026. Selain penanaman, Polda Sulsel juga aktif mengawal proses panen dan penyerapan jagung ke gudang Bulog, yang saat ini telah mencapai 306,85 ton dan dipastikan akan terus bertambah.
Karo SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH, menyatakan bahwa penyerapan jagung ke Bulog merupakan bentuk nyata komitmen Polda Sulsel dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Polda Sulsel melalui polisi penggerak melakukan pemantauan langsung terhadap hasil panen jagung di wilayah Sulawesi Selatan serta memastikan penyerapan dilakukan oleh Bulog di masing-masing Kabupaten/Kota,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini jagung yang telah diserap Bulog Sulselbar mencapai lebih dari 306 ton dan jumlah tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya masa panen.
Dengan sinergi Polri, Bulog, dan petani, Polda Sulsel optimistis dapat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan dan swasembada jagung nasional tahun 2026.
#KETAHANANPANGAN#SWASEMBADAPANGAN#POLRI#POLDASULSEL#POLRESLUWUTIMUR









