Luwu Timur, 7 April 2025 – Semangat swasembada pangan nasional kembali bergema di Desa Tawakua, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Hari ini, para petani di wilayah tersebut turut serta dalam panen raya padi serentak yang diselenggarakan di 14 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi istimewa dengan kehadiran Presiden RI, Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto, yang menyapa dan berdialog langsung dengan para petani melalui konferensi video (Zoom).
Di tengah hamparan sawah seluas 3 hektar, para petani dari Kelompok Tani Baru Muncul memanen padi jenis Migongga Ciherang dan Hercules, yang telah berusia 90 hari. Hasil panen ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan daerah dan nasional.
Acara yang dimulai pukul 10.15 WITA ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting daerah, antara lain Wakil Bupati Luwu Timur, Dra. Hj. Puspawati Husler; Dandim 1403/PLP, Letkol Arm Kabit Bintoro Priyambodo, S.I.P.; Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H.; serta perwakilan dari DPRD, Bulog, BPS, dan Dinas Pertanian.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Luwu Timur menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerahnya. “Panen raya ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Pertanian Batangkaluku, Ir. Jamaluddin Alfgani S, Spd, MP, juga memberikan sambutan, menekankan pentingnya penerapan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan hasil panen.
Puncak acara adalah dialog interaktif antara Presiden Prabowo Subianto dengan para petani melalui Zoom. Dalam kesempatan tersebut, Presiden mendengarkan langsung aspirasi dan tantangan yang dihadapi petani, serta memberikan arahan terkait upaya peningkatan produksi padi.
“Pemerintah akan terus mendukung petani dengan berbagai program, termasuk penyediaan pupuk bersubsidi dan stabilisasi harga gabah,” tegas Presiden Prabowo.
Panen raya ini menghasilkan padi berkualitas dengan harga jual sekitar Rp 6.500 per kilogram. Pemilik lahan yang turut serta dalam panen raya ini adalah Bejo Santeso (1 hektar), Paino (1 hektar), dan Mastam (1 hektar).
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.50 WITA ini berjalan aman dan kondusif. Diharapkan, panen raya ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para petani di Luwu Timur dan seluruh Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan.









