Home / Uncategorized

Selasa, 30 September 2025 - 10:24 WIB

Kapolri Tegaskan Kehadiran Polisi Kawal Demokrasi, Bukan Batasi untuk Pendapat

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi demonstrasi bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban, bukan membatasi kebebasan berpendapat masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sigit melalui sambutan video dalam dialog publik bertema “Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Hak dan Kewajiban, Tindakan Anarkistis Menjadi Tanggung Jawab Hukum” yang digelar di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025).

Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti akademisi Franz Magnis Suseno, Rocky Gerung, Direktur Amnesty International Usman Hamid, anggota Kompolnas Choriul Anam, serta perwakilan KontraS Dimas Bagus.

“Kehadiran Polri bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjamin agar kegiatan tersebut dapat dijalankan secara aman, tertib dan tidak mengganggu hak warga negara lainnya,” kata Sigit.

Ia menekankan Polri kini mengedepankan pendekatan pelayanan dan humanis dalam pengamanan demonstrasi. Pendemo juga diupayakan dapat berdialog dengan pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga  Polres Luwu Timur Siaga Maksimal, Pastikan Keamanan Perayaan Idul Fitri 1447 H di Malili

“Pendekatan ini menempatkan dialog dan komunikasi bersama stakeholder terkait untuk mau bersama-sama mendengarkan aspirasi yang disampaikan,” jelasnya.

Namun demikian, Sigit mengingatkan adanya potensi penyusupan yang bisa memicu kericuhan.

“Di sisi lain, realita dinamika di lapangan menunjukkan bahwa beberapa kegiatan penyampaian pendapat tidak hanya diikuti oleh pengunjuk rasa, tetapi juga ditumpangi oleh perusuh yang membuat kegiatan bergeser menjadi tindakan yang kontraproduktif yang berdampak pada tindakan anarkis, kerusuhan, dan korban jiwa,” ujarnya.

Kapolri memastikan jajaran Polri akan merespons sesuai prosedur demi meminimalkan dampak kericuhan dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Baca Juga  JUMAT CURHAT, POLSEK TOMONI TIMUR DENGARKAN LANGSUNG KELUHAN WARGA

“Dalam menghadapi situasi tersebut, Polri senang bisa hadir untuk melindungi hak-hak masyarakat lain yang terganggu dengan tetap menjunjung tinggi HAM. Polri telah memiliki serangkaian SOP dalam penanganan unjuk rasa,” kata dia.

Melalui forum ini, Sigit berharap lahir gagasan konstruktif untuk meningkatkan profesionalisme kepolisian dalam penanganan aksi massa sekaligus menjaga ruang demokrasi. “Semoga forum diskusi ini dapat menjadi wadah strategis untuk merumuskan gagasan-gagasan konstruktif guna mewujudkan Polri yang lebih profesional dan dekat dengan masyarakat, serta adaptif dalam upaya memelihara stabilitas kamtibmas negeri,” ungkapnya.

“Khususnya dalam menjaga dan mewujudkan ruang demokrasi yang menjadi hak warga negara, sehingga suara kritis dapat terus disampaikan dalam rangka check and balances sebagai alat kontrol,” sambung dia

Share :

Baca Juga

Uncategorized

MINGGU KASIH POLSEK TOWUTI DI GEREJA SEGALA BANGSA DESA MATOMPI KEC. TOWUTI

Uncategorized

Polres Luwu Timur Amankan Pawai Ogoh-Ogoh Menjelang Hari Raya Nyepi di Kecamatan Kalaena

Uncategorized

MINGGU KASIH POLSEK BURAU DI SALAH SATU RUMAH WARGA DESA MANUNGGAL KEC. BURAU

Uncategorized

PEMERIKSAAN LAHAN KETAHANAN PANGAN: POLSEK TOMONI TIMUR TINJAU TANAMAN JAGUNG DI DESA MANUNGGAL

Uncategorized

JUMAT CURHAT , POLSEK MALILI DENGARKAN LANGSUNG KELUHAN WARGA MALILI

Uncategorized

Operasi Ketupat Lipu 2023, Polres Luwu Timur Siapkan 4 Pos Pengamanan dan Pelayanan

Uncategorized

JUMAT CURHAT , POLSEK WASUPONDA DENGARKAN LANGSUNG KELUHAN WARGA WASUPONDA

Uncategorized

POLSEK TOWUTI TINJAU LOKASI P2B DI DESA LIOKA DALAM RANGKA PERSIAPAN LOMBA TINGKAT POLRES